Bahan ini, yang dikenal umum sebagai water glass, merupakan senyawa polimer anorganik yang terbentuk melalui peleburan natrium karbonat dan silika dioksida. Dalam aplikasi geoteknik, bahan ini hadir sebagai solusi koloid dengan viskositas berkisar 50 hingga 200 mPa·s (centipoise) dan modulus silika antara 2,0 dan 3,5, yang menentukan waktu gel dan sifat strukturalnya. Larutan berair mengandung natrium oksida (Na₂O) dan silika dioksida (SiO₂) dalam rasio yang tepat, dengan kandungan padatan umumnya antara 30% dan 40% berdasarkan berat. Polimer ini memiliki sifat adhesi yang sangat baik, kemampuan gelasi yang cepat, dan ikatan kuat dengan partikel tanah, menjadikannya sangat penting dalam konstruksi geoteknik modern.
Bahan ini, yang dikenal umum sebagai water glass, merupakan senyawa polimer anorganik yang terbentuk melalui peleburan natrium karbonat dan silika dioksida. Dalam aplikasi geoteknik, bahan ini hadir sebagai solusi koloid dengan viskositas berkisar 50 hingga 200 mPa·s (centipoise) dan modulus silika antara 2,0 dan 3,5, yang menentukan waktu gel dan sifat strukturalnya. Larutan berair mengandung natrium oksida (Na₂O) dan silika dioksida (SiO₂) dalam rasio yang tepat, dengan kandungan padatan umumnya antara 30% dan 40% berdasarkan berat. Polimer ini memiliki sifat adhesi yang sangat baik, kemampuan gelasi yang cepat, dan ikatan kuat dengan partikel tanah, menjadikannya sangat penting dalam konstruksi geoteknik modern.